Cafe Bali Seminyak

Sedang Trending 3 tahun yang lalu

Masih dari area eat-street, Oberoi, kali ini kami berpetualang kuliner di Café Bali, sebuah café bergaya fusion antara era kolonial Belanda, Paris dan juga Betawi tradisional di jalan Kayu Aya, Oberoi, Seminyak, Bali.

Pertama melewati pintu masuk atmosfer vintage kental terasa. Melihat ke atas kita bakal menjumpai kuda-kuda genting dari kayu Gowok dan kayu Kecapi unik rumah budaya Betawi. Ternyata gedung utama Café Bali ini terinspirasi dari rumah budaya Betawi, Rumah Kebaya. Begitu memasuki ruang makan utama, kita disuguhkan dengan jejeran meja-meja makan nan nyaris memenuhi ruangan, komplit dengan hiasan kembang dan lilin di atasnya.

caf bali seminyak

Cafe Bali

Yang menarik, nyaris di setiap jengkal dindingnya dipenuhi hiasan berlubang unik kaum nomad Bedouin Timur Tengah. Cocok bagi para fans nuansa boutique nan eksentrik. Juga poster-poster Bombay India tahun 40-50 an dan pernak-pernik Bohemian seperti lampu gantung, cermin-cermin Boheme, hingga kipas angin vintage menambah komplit nuansa bohemian di café ini.

Cafe Bali Seminyak

Cafe Bali Seminyak

Vania Valencia, PR Manager Café Bali Seminyak menuturkan bahwa Cafe Bali mengangkat konsep Bohemian nan ecletic, hippies dan budaya tradisional Indonesia, khususnya Betawi dan Bali. Istilah Bohemian sendiri muncul di Paris pada abad ke-19. Bohemian lebih identik dengan nuansa music, artistic sastra dan spiritualisme. Nuansa ini juga nan bakal kita dapati ketika berkunjung.

cafe bali seminyak

Sedangkan Floor Manager Café Bali, Dian Safitri, menambahkan bahwa selama ini banyak visitor nan pertama kali datang selalu penasaran, terutama dengan arsitektur dan interiornya. Mereka bertanya-tanya “apakah ini peninggalan era kolonial Belanda?”. Hal ini dikarenakan dari corak arsitektur dan pernak-pernik interior-nya nan dipelihara nuansa unik kolonialnya. “Bahkan kami tidak pernah merubah apapun semenjak tempat ini pertama kali buka, hanya merubah cat nan sebelumnya putih menjadi warna hijau telur asin (turquoise)”, tambah Dian.

Siapa sangka, café nan buka sedari pukul 7 pagi hingga tengah malam ini rupanya sudah berdiri di area ini sejak tahun 2007. Sudah 12 belas tahun. Selama itu pula lah mereka tidak pernah mengganti menu-menu andalannya. Pengunjung nan kembali beberapa tahun setelah pernah sekali makan beberapa tahun lampau sengaja diajak bernostalgia dengan memori lampau.

Beef Carpaccio Cafe Bali

Beef Carpaccio

Tak lama mengobrol, seorang waitress menyodorkan menu kepada kami. Pilihan jatuh kepada Poke Bowl (Rp 65,000), kombinasi semangkuk nasi dan sayuran mentah dengan pilihan tuna alias ayam panggang. Juga tersedia jenis vegan-nya. Kami memilih jenis dengan potongan tuna. Menu utama kami tertarik mencoba kementahan Beef Carpaccio (ukuran mini Rp 95,000, ukuran besar Rp 120,000) nan rasanya segar dan impresif.

pumpkin gnocchi

Pumpkin Gnocchi

Kami juga tak lupa mencicipi barisan pastanya, dan pilihan kami mencoba Pumpkin Gnocchi dengan saus sage. Kejunya sungguh nikmat apalagi ketika tetap panas, unik dengan perpaduan rasa labu. Pilihan menu kami tutup dengan Profiteroles, bola pastry unik Perancis dengan perpaduan scope gelato ice cream rasa coklat-vanilla dengan irisan pisangnya.

Selain menu-menu Mediteranian, Café Bali juga menyuguhkan menu Asia seperti Rendang Daging, Kari Ayam India, Mie dan Nasi goreng hingga sup wonton. Petualangan kuliner di Café Bali kami tutup dengan minuman Fruit Fizz (Indian Lassie) dan Healthy Juice nan menyegrakan dahaga.

Banyak nan tidak menyadari bahwa café dengan 65 tenaga kerja lokal ini mempunyai sebuah kolam renang nan dapat dipakai berenang, bukan hiasan. Tepatnya berada di area paling belakang Café Bali. Pengunjung dapat bersantai di area kolam renang berhiaskan patung Dewa Ganesha ini sembari menikmati menu-menu nan tersedia.

Cafe Bali Seminyak
Jl. Kayu Aya, Oberoi
Seminyak, Bali

Open Daily from 7AM – 12PM

Food & Drink 8/10
Atmosphere 8/10
Service 8/10