Moving Review (Part 1): Serial Superhuman Korea Terbaik Saat Ini

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

“Moving” merupakan kdrama terbaru bertema superhuman nan sedang trending di Disney+ Hotstar. Meski aliran superhero dengan serial MCU dan “The Boys” nan sadis dan fresh, serial nan diadaptasi dari Webtoon karya Kang Full ini lagi-lagi bangkitan tren superhuman nan sudah lama dilupakan.

Sebetulnya tidak bisa dibilang “baru”, lantaran serial ini bakal mengingatkan kita pada tv shows Amerika, “Heroes” nan sempat terkenal pada era 2000an. Namun tergolong baru di skena kdrama.

“Moving” dibintangi oleh tiga tokoh muda, Go Youn Jung sebagai Heesoo, Lee Jung Ha sebagai Bongseok, dan Kim Do Hoon sebagai Kang Hoon. Ketiga tokoh ini lebih mendominasi tujuh bagian pertama “Moving”.

Kemudian kelanjutan bagian mulai menonjolkan aktor-aktor Korea papan atas, mulai dari Ryu Seung Ryong (Miracle in Cell No.7, 2013), Han Hyo Joo, Zo In Sung, dan Cha Tae Hyun. Lebih tepat disebut sebagai serial ‘superhuman‘ daripada ‘superhero’ lantaran serial ini tidak menonjolkan sisi heroik dari manusia dengan kekuatan super. Tanpa nama superhero, tanpa jubah nan menonjol, namun lebih konsentrasi pada gimana kehidupan setiap karakter dengan kekuatan supernya nan juga mempunyai masalah seperti manusia pada umumnya.

Moving

Episode 1-7: Program Rahasia Mempersiapkan Prodigi nan Mewarisi Kekuatan Super

“Moving” langsung merilis 7 bagian perdana, dengan latar waktu ‘masa kini’. Fokus pada kisah tiga siswa SMA; Bongseok, Kang Hoon, dan siswi pindahan berjulukan Heesoo. Ketiganya mewarisi kekuatan super dari orang tua mereka, namun berupaya menyembunyikan kekuatan masing-masing di tengah siswa biasa lainnya.

Ketujuh bagian perdana ini mungkin tetap kurang menarik perhatian penonton nan tidak familiar dengan fase kdrama biasa. Namun tetap ada beberapa bagian spesial seperti tentang supir bus, Gyedo, serta ada bagian berkompetisi antara Joowon dan sosok pembunuh penghasilan misterius.

Dari 7 bagian pertama ini setidaknya kita bisa mendapatkan gambaran tentang semesta superhuman “Moving”; bahwa setiap karakter berupaya menyembunyikan keahlian mereka, baik untuk masa depan anak-anak mereka, maupun menyembunyikan identitas masa lampau mereka. Hubungan antara anak dan orang tua dalam episode-episode ini juga sangat menyentuh, begitu pula tema persahabatan dan percintaan remaja nan tetap tipis-tipis.

Moving

Episode 8 & 9: Drama Percintaan Spionase ala Mr. & Mrs. Smith

Episode 8 dan 9 bakal menjadi daya tarik utama dan meyakinkan penonton untuk setia menonton “Moving” hingga akhir. Kedua bagian ini menjadi flashback kisah cinta antara Mihyun nan mempunyai kekuatan indera super, dengan Dooshik nan bisa melayang. Keduanya adalah orang tua dari Bongseok.

Episode ini menjadi bagian nan menonjolkan skill spesial kdrama, ialah mengeksekusi kisah cinta super romantis. Namun dengan sentuhan tema spionase dan superhuman, membikin kisah cinta Mihyun dan Dooshik ala “Mr. & Mrs. Smith” namun jenis ‘jinak’ dan lebih berkesan.

Episode ini juga kurang lebih mulai memperlihatkan gimana agen-agen dengan kekuatan super ini dimanfaatkan oleh lembaga keamanan dan pertahanan negara. Mirip-mirip FBI alias CIA gitu. Ini seperti gimana kita minta “Secret Invasion” semestinya dieksekusi.

Episode 10 & 11: Origin Story Bernuansa Neo-Noir Sentimental dan Brutal

Buat fans film neo-noir dan action brutal, bagian 10 & 11 “Moving” bakal menjadi sajian nan seru. Dengan plot ‘masa kini’ sebagai ayah baik hati nan mendirikan warung ayam goreng, Joowon rupanya mempunyai masa lampau nan kelam dalam lingkaran sindikat kriminal. Ini jadi arena unjuk gigi Ryu Seung Ryong sebagai protagonis dalam skenario action.

Kekuatan Joowon adalah regenerasi tubuh setelah mengalami luka. Ia tahan tusukan, pukulan, menjadi superhuman nan susah untuk dibunuh. Dengan kekuatan tersebut, segmen berkompetisi nan melibatkan Joowon jadi terlihat brutal, mirip “John Wick” namun lebih sadis.

Untuk kualitas CGI-nya, “Moving” memang tetap belum bisa menandingi serial dan movie Hollywood. Namun tidak terlalu menonjol lantaran segmen CGI-nya sekadar memperlihatkan karakter terbang alias kekuatan listrik nan tidak terlalu didramatisir secara visual. Kemudian ditutupi dengan kualitas penokohan, arc, dan kisah setiap karakter nan solid. Namun ada juga presentasi kekuatan super nan sukses terlihat keren. Seperti ketika Dooshik melayang dengan tenang, hingga pengaruh visual Joowon ketika ditikam dan diserang dengan sangat brutal.

Secara keseluruhan, “Moving” merupakan kdrama superhuman nan patut ditonton. Bahkan buat nan non-kdrama fans juga tampaknya bisa menikmati serial ini. Serial ini patut mendapatkan ketenaran seperti “Squid Game”, lantaran termasuk nan hadirkan aliran fresh dari skenanya. “Moving” merilis bagian terbaru setiap hari Rabu dan Kamis di Disney+ Hotstar, dan mempunyai total 20 bagian ongoing.